Minggu, 30 Januari 2011

nice..nice

SALAH TARGET
Hiruk pikuk suasana pulang sekolah mewarnai sekitarku.Sepanjang koridor yang ku lewati dipenuhi anak-anak berseragam putih abu-abu.Tergambar jelas raut wajah mereka di siang hari yang lumayan terik itu.Yah… wajah kepanasan tentu saja melekat disana,tak terkecuali aku yang ikut merasakannya.Akupun mempercepat langkahku ke arah parkiran berharap pak umar,supirku sudah siap untuk mengntar aku pulang .Namun sesampainya di parkiran,aku sedikit kecewa karena tidak melihat pak umar dan mobilku.Ku llirik jam di pergelangan tanganku.Sudah hampir jam 2 siang,
“ pak umar kemana seh ,gak tau apa ini dah jam berapa?” gerutu sambil memperhatikan jalan masuk ,kalau-kalau mobil yang ku maksud datang .1 menit,2 menit,sampai 10 menit aku menunggu namun yang ku tunggu tak muncul-muncul.Kekesalanku pun bertambah setelah memperhatikan parkiran yang mulai sepi.
“ Awas yah pak umar,gak kukasih ampun deh nanti,..” ucapku asal.
Tiba-tiba hp ku bergetar.Aku melihat nama pak umar tercantum di layarnya.Aku sudah siap-siap menyemprot pak umar ,yang kurasa sudah sangat-sangat telat itu.
“ halo,..!!!pak umar kog belum datang,dah jam berapa neh,..?” kataku kasar.
“ ma..maaf non, saya gak bisa jemput nona,ada urusan non, non naik taksi aja yah..,jawabnya ragu-ragu
“ apa??? Enak aja,pokoknya aku gak mau tau,5 menit lagi bapak harus datang kesini,kalau gak…..”
“ maaf non, saya lagi jemput non soraya,..” lanjutanya memotong ucapanku tadi
“what??? Jemput mbak soraya?” kataku masih tak percaya.
“iya non,udah yah non,saya mau angkatin barang non soraya dulu,..”katanya lagi.
“ tapi pak….”
Teeet. Belum selesai aku bicara Pak umar sudah mematikan teleponnya.
Denagn kesal aku pun segera menuju jalan raya,menghentikan sebuah taksi dan segera masuk. Sapaan ramah dari sang supir taksi tak ku gubris.Rasa penat seharian belajar di sekolah di tambah menunggu jemputan di parkiran membuat kepalaku ingin pecah.
Jarang sekali pak umar mentelantarkan aku di parkiran sendiri.Tapi kali ini..uuh..hanya karena menjemput mbak soraya dia tega melakukannya.
“ pak uamar jahatttttt..” kataku keras sampai tak menyadari si supir taksi terkejut dan segera menoleh ke belakang.
“ non,kenapa?” tanyanya ramah
“ gak kenapa,.udah jalan aja,.” Suruhku lagi.
Supir taksi itu tetap tersenyum walaupun aku kasar terhadapnya.Masa bodo ,pikirku.
Sambil memperhatikan lalu lintas aku terkenang akan keluargaku .Aku terlahir dari keluarga yang cukup berada. Namaku Widya Nova Decade.Kenapa namaku pake embel-embel decade? Pertanyaan bagus.
Aku lahir setelah sepuluh tahun orangtuaku menikah.Aku masih ingat jelas ketika mama menceritakan masa-masa putus asa mereka menantikanku.Sempat mereka berpikir bahwa mama mandul,namun pemeriksaan dokter tidak membuktikan itu.5 tahun setelah mereka menikah,mereka mengadopsi seorang anak, dan anak itu adalah mbak soraya.Namun tak henti-hentinya juga orangtuaku berharap supaya memiliki anak kandung.Akhirnya Tuhan mendengar doa mereka.5 tahun setelah mengadopsi mbak soraya ,akupun lahir .Namun perhatian mereka tak kurang terhadap mbak soraya. Aku beda 5 tahun dengannya.Saat ini mbak soraya sudah kuliah semester 7 jurusan administrasi niaga di salah satu universitas swasta di Bandung.Dan aku duduk di bangku kelas 2 SMA .,dan keluargaku sendiri tinggal di Jakarta.Papaku adalah seorang bisniswan yang cukup sukses dan mamaku wanita karier yang cukup sukses juga,namun waktu mereka untuk keluarga selalu ada.
Tak terasa aku sudah tiba di rumah ku.Setelah membayar uang taksi,aku segera berlari ke rumah.Mendekati teras ,terdengar suara mama dan pastinya tak ketinggalan suara mbak soraya.
“ aku pulang…” ucapku tak bersemangat.
“ wiwid..,…makin cantik aja deh,..” seeru mbak soraya sambil merangkulku.
Aku tidak membalas rangkulannya.
“kog mukanya cemberut gitu,..jelek tau,..” ujarnya.
“ biarin,..” jawabku sewot
“ loh..kenapa?” tanyanya lagi dengan wajah kebingungan.“ abisnya,pak umar gak jemput aku,tapi malah jemput mbak .Mbak kan bisa pulang sendiri gak usah pake dijemput-jemput,.” Jawabku ketus
“oow…yaudah,mbak minta maaf deh,sebagai gantinya mbak bawa sesuatu untuk adikku yang manis ini,.” Rayunya sambil mengambil sesuatu dari dalam bag handnya.
Tetap dalam posisi yang sama dan harap-harap cemas kira-kira apa yang akan diberikan mbak aya,begitu panggilanku padanya.
“neh…,kamu suka kan?” katanya sambil menyodorkan sekotak aksesoris produksi sophie martin terbaru yang sudah saat ku incar.
“beneran buat Wiwid?” kataku tak percaya sejenak melupakan amarahku.
“he-eh,ini buat kamu donk,” katanya sambil meletakkkan kotak itu di tanganku.
Aku masih tak percaya,segera kubuka kotak itu dan mengambil 1 barang yang ada didalamnya,kemudian memakainya.Tak peraya dengan yang ku pakai sekarang.Gelang girly melingkar di tanganku.Akupun segera merangkul mbak Aya
“ makasih yah mbak,..” ucapku gembira
“ iyah..sama-sama yaudah kamu istirahat ge,pasti kamu dah cape banget kan,..”katanya sambil melepas rangkulan ku.
“okay deh..” kataku sambil berlalu.
Begitu lah mbak Aya.Dia pandai sekali mengambil hatiku.Semarah apapun aku padanya,pasti selalu ada cara yang dia temukan untuk meluluhkan hatiku .Dia sudah hapal betul dengan sifatku yang masih manja,dan suka semaunya sendiri.Sifatku sangat berbeda dengannya.Mbak Aya orangnya baik,pintar,cantik dan memiliki banyak talenta.Terkadang aku iri melihatnya yang bisa menguasai ini dan itu.Namun,ia tidak pernah sombong. Kalau Mbak Aya memilih kuliah di bidang bisnis,berbeda denganku.Aku tidak mau mengikuti jejak papa dan mama.Cita-citaku ingin menjadi dokter,dan mbak Aya selalu mendukungku untuk meraih itu.Walaupun dia bukan kakak kandungnya dan tidak ada ikatan darah dengan keluargaku,namun aku sangat sayang padanya.
“hayo…ngelamunian apa?” kata mbak aya mengagetkanku saat kami ngumpul-ngumpul di ruang tamu.
“ gak ,..sapa yang ngelamun juga..” kataku mengelak,
“hmmm…trus napa kaget gitu tadi? Berarti ngelamun kan?”
“ udah deh mbak,Wiwid malas bercanda neh,..” ujarku sedikit cemberut.” Aku ke kamar dulu yah ,mau istirahat,..” sambungku lagi.
“selamat malam,..” ucap mama,papa,dan mbak aya bersamaan.
Aku pun melangkah lunglai mmenuju kamarku.Setibanya disana,aku langsung merebahkan diri di kasur empukku dan akhirnya tertidur.
“ selamat pagi Ma,Pa,Wid..” sapa mbak Aya saat sarapan pagi.
“pagi sayang,.”ucap mama sambil cipika-cipiki dengannya.
“rapi amat, mau kemana? Kataku sambil meneguk segelas susu coklat di depanku.
“hari ini,mbak mulai PKL adekku sayang,..” katanya sambil mencubit hidungku
“ aduh..sakit tahu,..kalau mau ngash tau gak pake cubit bisa gak seh….” Omelku lagi
Mbak aya hanya tersenyum simpul melihat tingkahku yang sedikit sensitive itu
“ kamu penilitiannya yang baik yah,..” ucap papa mengarah pada mbak aya
“siap bos..” katanya sigap. Lebay deh pikirku dalam hati.
Tepat pukul 07.00 wib,aku berangkat sekolah.Biasanya seh aku berangkat pukul 07.30 gitu,tapi khusus setiap hari kamis ,aku harus berangkat cepat,cause pada jam pertama, guru yang terkenal killer mengajar ke kelasku,dan catatan penting yang harus diingat adalah,tidak boleh terlambat.
Uuh..nyebelin deh.
2 jam pun berlalu.Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi.Lega rasanya terlepas dari sang guru killer itu.Saat aku membereskan buku-buku pelajaranku,Yohana ,sekretaris kelas, datang menghampiriku.
“ada apa?” kataku sambil merapikan rambutku yang sedikit berantakan
“Wid,tolongin aku yah,..ambilin silabus pak Haryono dari kantor guru,..” pintanya
“oh..yaudah,” jawabku.
Selesai membereskan mejaku,akupun segera bergerak menuju kantor guru .Kantor yang sangat ramai oleh guru-guru khususnya ketika jam istirahat seperti ini.Malu juga seh,pergi kesana,namun tadi aku sudah mengiyakan permintaan yohana.
Dup.tiba-tiba jantungku berdegup kencang memerhatikan sosok yang berdiri tak jauh dari hadapanku.
Sosoknya tinggi,tegap dan wajahnya lumayan,tersenyum ramah saat melihat kedatangan diriku,sungguh sempurna. Ntah berapa lama aku memperhatikannya,sampai-sampai dia sendiri yang menegorku duluan.
“mau cari apa dek?” ucapnya membuyarkan lamunanku.
“eh..anu..itu..itu,..” kataku gelagapan
“itu apa?” tanyanya kebingungan
“itu pak ,saya mau ambil silabus mata pelajaran pak Haryano,..” ucapku sedikit terbata
Sesorang di hadapan ku itu segera bergerak menuju salah satu meja yang ku kenal sebagai meja pak haryono,mengambil sesuatu,dan kemudian dia kembali lagi padaku.
“ini yang kamu cari kan,..?ada lagi?” ucapnya sembari menyodorkan map warna biru yang sepertinya hal yang ku cari itu ada didalamnya.
Dengan sedikit ragu-ragu aku pun menerimanya.
“ ada lagi?” lanjutnya
“ah..gak,.saya permisi,..” ucapku sambil berlalu dari hadapannya.
Sesampainya di kelas ,aku langsung menyerahkan map itu kepada yohana.Senyum manis yang di lemparkan yohana saat menerima map itu tidak ku gubris.Pikiranku dipenuhi rasa penasaran tentang seseorang di kantor guru tadi.Betulkah ada manusia seperti itu? Gumamku dalam hati.
“ eh..iya loh,..dia anak kuliahan dari bandung loh ,katanya lagi PKL disini,..” kata anggi salah satu murid di kelas ku
“ahh..serius? tau darimana?” sambung clara yang juga anggota genk anggi
“ye..dibilangin gak percaya,info dari anggi mana ada seh yang gak benar,.” Ucap anggi tak mau kalah
Jangan-jangan mereka lagi membicarakan seseorang yang di kantor guru tadi? Tebak ku dalam hati.Aku pun mulai sedikit memperlebar telingaku untuk mendapatkan info yang lebih banyak,dan ternyata OMG memang benar mereka sedang membicarakan pria tampan yang kulihat di kantor guru tadi.Jadi mereka mengincar cowok itu juga ??hmmm..gumaku dalm hati.
. Pulang sekolah tiba,aku segera menuju parkiran.Rasanya hari ini kepalaku penat sekali,pengennya cepat-cepat nyampe rumah.PIUH..,.Tiba-tiba rasa pening di kepalaku hilang entah kemana ketika melihat sosok yang sama sewaktu di kantor guru.Wajahnya yang tetap terlihat manis walaupun panas menyegat di siang itu.Rasanya aku mau pingsan saat dia melemparkan senyum lagi padaku,dan oh..dia berjalan ke arahku.Aku jadi salah tingkah.
“ belum pulang,..?” ujarnya.
“ini mau pulang kog pak,bapak tenang saja,saya langsung pulang,gak bakalan keluyuran,.” Ucapku sambil mengangkat 2 jariku membentuk huruf v
“ ha..ha..ha,.jujur amat ,..” katanya sambil cekikikan.Aku langsung manyun di ketawain seperti itu.
“ sory..sory,saya gak maksud,..cuman lucunya lagi,saya umur segini sudah di panggil bapak,.” Lanjutnya.
“ lah,..kan pantas ,bapak kan calon guru..” ucapku sedikit kebingungan memperhatikan tingkahnya yang menahan tawa.
“ jangan panggil aku bapak,lagian aku ini bukan calon guru adek manis..s..panggil aja kakak,atau indra,..itu nama saya,nama kamu? Katanya sambil mengulurkan tangannya.
“ hah? Bukan calon guru? Jadi di sekolahan ngapain? Oh ..oh..iya aku widya decade,..” ucapku lantang sambil menjabat tangannya..
“ decade,..? nama yang unik yah..” ucapnya seraya menarik tangannya kembali.
“ oh..iyah memang,..kalau begitu aku duluan yah pak,eh..kak,..” kataku sumringah,
“oh..oke,sampai jumpa decade,..” katanya sambil tersenyum kembali
Decade?? Oh..sungguh baru kali ini aku di panggil seperti itu.Aku pun segera berlari ke arah pak umar yang sedari tadi memperhatikanku.
“pacar baru non yah,.?” Godanya.
“huss..apaan seh bapak,..,udah ah…kita pulang.” Ucapku.
Sepanjang perjalanan aku tersenyum,tertawa membayangkan yang baru saja ku alami.Andai aja dia gak hanya PKL di tempatku,mungkin aku bisa menjalin kedekatan lebih dengannya.
Decade..decade…panggilannya padaku.OH belum pernah ku rasa sesenang ini,berkenalan dengan seseorang.Apa ini yang dinamakan denagn cinta pada pandangan pertama,..? bisikku dalam hati.Aku jadi geregetan sendiri.
Hari-hari di sekolah menjadi hari-hari yang menyenangkan bagiku.Setiap hari bisa bertemu dengan kak indra,bahkan kami terlihat semakin akrab. Ternyata kak indra PKL di tempatkku,bukan praktek lapangan menjadi guru ternyata dia praktek di sana di bagian administrasi sekolahku..Kak indra sangat baik padaku,..dan lama-kelamaan ,sepertinya aku mulai menyukainya.
“ lagi sibuk yah mbak,.” Ucapku sambil memperhatikan mbak aya yang terlihat sibuk dengan kertas-kertas di hadapannya.
“iya,..mbak harus nyusun laporan selama PKL, kan ntar lagi mau udahan PKLnya,..” katanya sambil sibuk mengutak atik laptop juga.
“ oh..,mbak aya pernah gak jatuh cinta,..” ucapku ragu-ragu
“eits ,ada yang jatuh cinta neh,ceritanya,..” godanya sambil tak terlepas dari kegiatannya.
“iyah…tapi,aku gak yakin mbak,dia punya perasaan ama Wiwid,mungkin dia Cuma menganggap aku sebagi temannya tak lebih..” ucapku sedih
“dia sendiri bagaimana ma kamu?” lanjutnya lagi
“yah baik..dan sikapnya buat wiwid sempurna banget deh mbak,..” ucapku sambil mengingat perlakuan kak indra padaku..
“ yaudah,berarti dia suka ma kamu juga donk,.”
“tapi,wiwid rasa gak deh,..dia pasti gak suka ngengebet anak kecil kayak aku,..”
“anak kecil?berarti yang kamu taksir sekarang,umurnya si atas kamu gitu,iyah?” Tanya mbak aya
“he…eh,..beda 5 tahun,sama kayak mbak,..” tunjukku padanya.
“ yaudah berbesar hati aja, klo emang dia gak ada perasan itu,yah apa boleh buat,.cinta itu kan gak bisa dipaksa ,.. sebaliknya kamu bersyukur bisa kenal dan bahkan suka sama dia,..” katanya sambil sibuk lagi
“loh,kog gitu?” ucapku kebingungan
“ iyah donk,..berarti kamu masih di izinin Tuhan punya rasa itu,.” Lanjutnya dewasa
“ wid,..tolong ambilin kertas a4 5 lembar dari kamar mbak,..” ucapnya lagi
Akupun segera bergerak menuju kamar mbak Aya,mengambil beberapa kertas a4 dan siap-siap meninggalkan ruangan itu,,namun mataku tertuju pada sebuah foto yang terletak di atas meja rias mbak Aya,..dan orang itu…..
“mbak,..ini siapa?” ucapku sambil menyodorkan foto itu.
“oh..ini pacar mbak ,namanya Indra,..” katanya sambil tersenyum
Badanku langsung lemas tak berdaya,jadi…jadi mbak Aya adalah pacar kak Indra?? Gumamku dalam hati.
“oh..iyah,mbak lupa,ternyata dia ini PKL di sekolah mu wid,..kamu kenal gak” sambungnya sambil salah tingkah.
Lengkap sudah kekecewaanku .Harapan ku sudah pupus.Aku menyesali perbuatanku sendiri yang telah jatuh cinta pada pacar kakakku sendiri.
Kini aku tidak bisa bertindak apa-apa lagi.Aku melangkah ke menuju kamarku,meninggalkan mbak Aya yang juga kebingungan atas perubahan sikapku tadi.
Sesampai di kamar,aku pun membuka FB mbak Aya,dan disana tertulis bahwa status “soraya dian berpacaran dengan indra kurniawan “,orang yang ku sukai saat ini .Jelas sudah semuanya ,harapanku sudah sirna.Tak terasa butir-butir air mata membasahi pipiku.
3 hari setelahnya,mbak Aya balik ke Bandung,dan itu artinya aku juga tidak akan bertemu lagi dengan kak indra yang juga sudah mennyelesaikan tugasnya di Jakarta.Cukup sulit bagiku menerima semua ini, sebab aku sudah sangat yakin pada perasaanku.Namun aku sedikit lega, pada akhirnya aku tahu kebenarannya sebelum aku bertindak lebih jauh terhadap perasaanku ,yang mungkin saja akan menyakiti hati mbak Aya.Yah..walaupun kecewa namun aku lega bisa menerima kenyataan ini.Itu lebih baik bagiku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar